Twitter

Selasa, 11 Oktober 2016

FARMASI


ARTIKEL
BAHASA INDONESIA

Tema : Penyimpangan Profesi Apoteker Dari Tinjauan Tugas Dan Tanggung Jawab.
Judul : Pemberian Obat Kepada Pasien Tidak Sesuai Dengan Resep Dokter
Tujuan : Memberitahukan kepada masyarakat bahwa fenomena ini bisa saja terjadi oleh apoteker yang tidak bertanggung jawab.

Apoteker adalah tenaga profesi kesehatan dibidang kefarmasian lulusan dari dasar pendidikan serta keterampilan di bidang farmasi dan diberi wewenang serta tanggung jawab untuk melaksanakan pekerjaan kefarmasian.
Pekerjaan kefarmasian seorang apoteker di apotek adalah bentuk hakiki dari profesi Apoteker, oleh karena itu Apoteker Pengelola Apotek (APA) berkewajiban mencurahkan waktu, pemikiran dan tenaganya untuk menguasai, memanfaatkan dan mengembangkan apotek berdasarkan pada kepentingan masyarakat.
Hal ini dikarenakan Apoteker merupakan motor penggerak kemajuan suatu apotek.
Sebelum melaksanakan kegiatannya, seorang APA wajib memiliki Surat Izin Apotek (SIA), berlaku untuk seterusnya selama apotek masih aktif melakukan kegiatan dan APA dapat melakukan pekerjaannya serta masih memenuhi persyaratan.
Seorang APA bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup apotek dan, juga bertanggung jawab kepada pemilik modal jika bekerja sama dengan pemilik sarana apotek.
Tugas dan Kewajiban Apoteker di apotek adalah sebagai berikut :
a. Memimpin seluruh kegiatan apotek, baik kegiatan teknis maupun non teknis kefarmasian sesuai dengan ketentuan maupun perundangan
b. Mengatur, melaksanakan dan mengawasi administrasi.
c. Mengusahakan agar pengelolaan apoteknya dapat memberikan hasil optimal sesuai dengan rencana kerja dengan cara meningkatkan omset, mengadakan pembelian sah dan penekanan biaya serendah mungkin.
d. Melakukan pengembangan usaha apotek.
Waktu kerja APA adalah selama apotek itu memulai aktivitas pelayanan sesuai dengan jam kerja setiap harinya (8jam/hari) dan jika APA berhalangan hadir, Apoteker Pendamping dapat menggantikan jam kerja dari APA tersebut.
Pengelolaan apotek oleh APA ada dua bentuk yaitu pengelolaan bisnis (non teknis kefarmasian) dan pengelolaan dibidang pelayanan/teknis kefarmasian.
Untuk dapat melaksanakan usahanya dengan sukses seorang APA harus melakukan kegiatan sebagai berikut :
a. Memastikan bahwa kebutuhan jumlah dan jenis produk  senantiasa tersedia dan diserahkan kepada pasien
b. Menata apotek sedemikian rupa sehingga berkesan bahwa apotek menyediakan pelbagai obat dan perbekalan kesehatan lain secara lengkap.
c. Menetapkan harga jual produknya dengan harga bersaing.
d. Mempromosikan usaha apoteknya melalui pelbagai upaya.
e. Mengelola apotek sedemikian rupa sehingga memberikan keunmetungan.
f. Mengupayakan agar pelayanan di apotek dapat berkembang dengan cepat nyaman dan ekonomis.

Peran penting apoteker adalah sebagai narasumber informasi obat. Apoteker bekerja sebagai konsultan spesialis untuk profesi kedokteran, dan dapat memberi nasehat k
epada staf keperawatan dan profesi kesehatan lain mengenai semua aspek penggunaan obat, dan memberi konsultasi kepada pasien tentang obatnya bila diminta. Maka seorang apoteker harus teliti dan cermat dalam pemberian obat kepada pasien ketika diberi resep oleh dokter.
Resep merupakan pemberian obat secara tidak langsung, ditulis jelas dengan tinta,tulisan tangan pada kop resep resmi kepada pasien,format, dan kaedah penulisan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan. Permintaan tersebut disampaikan kepada farmasis/apoteker di apotek agar diberikan obat dalam bentuk sediaan dan jumlah tertentu sesuai permintaan kepada pasien
.

Dan resep inilah dijadikan
oleh beberapa apoteker sebagai peluang mencari keuntungan tambahan. Beberapa sales dari merek-merek obat-obatan terjun langsung kebagian farmasi untuk mempromosikan obatnya, walau sebelumnya para sales tersebut menemui dokter-dokter yang berkaitan dengan obat, mereka menawarkan obat untuk dikonsultasikan apakah dokter tersebut setuju atau tidak apabila obat tersebut dimasukan ke bagian farmasi rumah sakit/klinik tersebut. Tapi nyatanya sales dengan kategori obat yang sama tapi dengan merek  berbeda dan bukan hanya satu atau dua orang saja tapi cukup banyak, dan itulah yang membuat beberapa sales tersebut berlomba-lomba menguasai pasar mereka pada rumah sakit/klinik tersebut. Dan biasanya mereka memberikan iming-iming kepada apoteker agar bisa menjual produk obatnya dalam jumlah yang banyak. Dari situlah para apoteker berusaha membodohi para pasien yang kurang kritis.
Pasien sebagai orang awam untuk membaca resep dari dokter itu dokter karena tulisan dari dokter itu bukan tulisan pada umumnya, seringkali terkecoh dengan penjelasa dari pelayan apotek bahwa obat tertentu diresep tersebut habis dan bisa digantikan dengan obat merek lain tetapi dengan khasiat sama. Bagi pasien yang tak ingin repot, tawaran ini menjadi alternatif pilihan. Padahal, mengganti resep obat tidak dibenarkan begi seorang apoteker apalagi seorang pelayan apotek tidak berhak membujuk pasien untuk mengubah resep dokter tanpa persetujuan dokter yang bersangkutan. Biasanya bila terjadi kesalahan dalam pemberian obat kepada pasien, dokterlah yang menjadi tumbalnya padahal dokter itu sudah memberi resep.
KODE ETIK APOTEKER INDONESIA
BAB 1
Kewajiban Umum
Pasal 1
Seorang apoteker harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah /janji apoteker .
Pasal 2
Seorang apoteker harus berusaha secara sunguh-sungguh menghayati dan mengamalkan
Kode Etik Apoteker Indonesia .
Pasal 3
Seorang Apoteker harus senantiasa menjalankan profesinya sesuai kompetensi Apoteker Indonesia serta selalu mengutamakan dan berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan dalam melaksanakan kewajibannya.
Pasal 4
Seorang apoteker harus selalu aktif mengikuti perkembangan dibidang kesehatan pada umumnya dan bidang farmasi pada khususnya.
Pasal 5
Di dalam menjalankan tugasnya Seorang Apoteker harus menjauhkan diri dari usaha mencari keuntungan diri semata yang bertentangan dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian.
Pasal 6
Seorang Apoteker harus berbudi luhur dan menjadi contoh yang baik bagi orang lain.
Pasal 7
Seorang Apoteker harus menjadi sumber informasi sesuai dengan profesinya.

Pasal 8
Seorang apoteker harus aktif mengikuti perkembangan peraturan perundang-undangan di bidang kesehatan pada umumnya dan bidang farmasi pada khususnya
BAB II
KEWAJIBAN APOTEKER TERHADAP PASIEN
Pasal 9
Seorang Apoteker dalam melakukan praktik kefarmasian harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Menghormati hak asasi pasien dan melindungi makhluk hidup insani.


Kecurangan-kecurangan yang dilakukan para apoteker tersebut memang tidak ada maksud mencelakakan pasien, toh obat yang mereka berikan khasiatnya tidak jauh berbeda dari obat yang dianjurkan oleh dokter dalam sebuah resepnya, mungkin
berbeda nya hanya dari merek dan kinerja dari obat tersebut . Tapi setidaknya cara tersebut sudah sangat melecehkan pasien sebagai orang awam. Dan perlu diingat lagi untuk setiap pasien memiliki hak untuk mendapatkan obat terbaik dari dokternya dalam setiap pengobatannya itu.
Disamping ketentuan diatas bahwa apoteker itu memiliki etika dalam berprofesi, tetapi ada saja pelanggaran itu demi kepentingan pribadi alias mencari untung. Sehingga kadang kadang apoteker itu melakukan tindakan menyimpang dari profesi tersebut, seperti mengubah resep dari dokter atau mengubah dosis nya. Karena pasien tidak mengetahui maksud resep dari dokter itu, sehingga apoteker itu berfikir bawha, mengubah resep atau menambahkan resep dari dokter itu biasa saja. Kemudian, apa efek samping dari pemberian obat itu, ? jadi bila di tambahkan atau di kurangi sedikit masih berefek pada pasien tersebut. Padahal profesi itu sudah ada ketentuan dan etika dalam profesi apoteker.

Senin, 26 September 2016

BAHASA INDONESIA

Penalaran Dalam Bahasa

Manusia makhluk bernalar. Manusia bernalar untuk memahami fenomena. Manusia menggunakan bahasa untuk mengomunikasikan hasil pemahamannya. Jadi, setiap manusia mempunyai nalar, dengan bahasa manusia mampu bernalar, manusia bernalar untuk mengomunikasikan suatu fenomena. Itulah bukti hasil pemahaman suatu fenomena dikomunikasikan melalui bahasa.

Penalaran manusia dibedakan menjadi 4 varian, yakni;
1) Penalaran metakognitif
     Penalaran metakognitif adalah aktivitas mekanisme psikofisik manusia untuk membangkitkan pengetahuan dan pengalaman menghubungkan dan membandingkan sesuatu dalam fenomena.

2) Penalaran Deskriptif
     Penalaran deskriptif adalah aktivitas mekanisme psikofisik manusia untuk memilah, memilih, menyatukan dan menyusun dalam suatu fenomena.

3) Penalaran evaluatif
     Penalaran evaluatif adalah aktivitas mekanisme psikofisik manusia untuk menguji, memastikan, dan memantapkan sesuatu dalam fenomena berdasarkan standar tertentu.

4) Penalaran kreatif
    Penalaran kreatif adalah aktivitas mekanisme psikofisik manusia untuk menggerakkan ide atau gagasan, menyimpulkan, menghasilkan pemahaman baru tentang sesuatu dalam fenomena.


Untuk itu, fenomena dapat di komunikasikan dengan bahasa melalui penalaran.

Sejalan dengan itu, bahasa dapat menjadi nalar dalam mengomunikasikan suatu fenomena secara penalaran metaognitif, deskriptif, evaluatif dan kreatif.

Dengan demikian, sebagai makhluk bernalar, manusia mampu mengomunikasikan fenomena dengan bahasa melalui penalaran metakognitif, deskriptig, evaluatif dan kreatif.

Penulis membuktikan distribusi kuantitatif penalaran berdasarkan pengalamannya sebagai berikut ;
1) Penalaran Metakognitif 10%
2) Penalaran Deskriptif     40%
3) Penalaran Evaluatif       25%
4) Penalaran Kreatif          25%



Bertolak dari uraian tersebut, pratama(22-09-2016) menyatakan bahwa penalaran dalam bahasa adalah mengomunikasikan suatu suatu fenomena dengan menggunakan 4 varian penalaran yakni, penalaran metakognitif, deskriptif, evaluatif, dan kreatif.


Jadi, secara subtantif/pokok, penalaran dalam bahasa adalah MENGOMUNIKASIKAN

Sabtu, 28 November 2015

Puisi Angkatan 20

Hai Sobat Blogger,
Saya mau nge-share nih kumpulan puisi angkatan 20, terutama karya Rustam Effendi
Kebetulan Lagi ada tugas sekolah suruh nyari Puisi tersebut, saya juga sekalian berbagi yaa...
Buat Temen" ku Juga nih yang satu group.. hehehe....
langsung saja Cek This...!!!


Puisi Rustam Effendi Download

Kamis, 26 November 2015

Pemrograman Java

 Java sebagai salah satu bahasa pemrograman baru menjanjikan banyak kemudahan bagi programer junior maupun senior. Tutorial ini akan membawa Anda mengenal lebih jauh bahasa ini melalui pembahasan konsep model perancangan dan petunjuk sederhana penggunaannya.

Apakah Java?

Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Sun Microsystems sejak tahun 1991. Bahasa ini dikembangkan dengan model yang mirip dengan bahasa C++ dan Smalltalk, namun dirancang agar lebih mudah dipakai dan ­platform independent, yaitu dapat dijalankan di berbagai jenis sistem operasi dan arsitektur komputer­­. Bahasa ini juga dirancang untuk pemrograman di Internet sehingga dirancang agar aman dan portabel.

Platform Independent

Platform independent berarti program yang ditulis dalam bahasa Java dapat dengan mudah dipindahkan antar berbagai jenis sistem operasi dan berbagai jenis arsitektur komputer. Aspek ini sangat penting untuk dapat mencapai tujuan Java sebagai bahasa pemrograman Internet di mana sebuah program akan dijalankan oleh berbagai jenis komputer dengan berbagai jenis sistem operasi. Sifat ini berlaku untuk level source code dan binary code dari program Java. Berbeda dengan bahasa C dan C++, semua tipe data dalam bahasa Java mempunyai ukuran yang konsisten di semua jenis platform. Source code program Java sendiri tidak perlu dirubah sama sekali jika Anda ingin mengkompile ulang di platform lain. Hasil dari mengkompile source code Java bukanlah kode mesin atau instruksi prosesor yang spesifik terhadap mesin tertentu, melainkan berupa bytecode yang berupa file berekstensi .class. Bytecode tersebut dapat langsung Anda eksekusi di tiap platform yang dengan menggunakan Java Virtual Machine (JVM) sebagai interpreter terhadap bytecode tersebut.
JVM sendiri adalah sebuah aplikasi yang berjalan di atas sebuah sistem operasi dan menerjemahkan bytecode program Java dan mengeksekusinya, sehingga secara konsep bisa dianggap sebagai sebuah interpreter. Proses pengeksekusian program Java dapat dilukiskan seperti di Gambar 1. Dengan cara ini, sebuah program Java yang telah dikompilasi akan dapat berjalan di platform mana saja, asalkan ada JVM di sana.
Kompiler dan interpreter untuk program Java berbentuk Java Development Kit (JDK) yang diproduksi oleh Sun Microsystems. JDK ini dapat didownload gratis dari situs java.sun.com. Interpreter untuk program Java sendiri sering juga disebut Java Runtime atau Java Virtual Machine. Interpreter Java, tanpa kompilernya, disebut Java Runtime Environment (JRE) dapat didownload juga di situs yang sama. Untuk mengembangkan program Java dibutuhkan JDK, sementara jika hanya ingin menjalankan bytecode Java cukup dengan JRE saja. Namun untuk mengeksekusi applet (sebuah bytecode Java juga) Anda biasanya tidak perlu lagi mendownload JRE karena browser yang Java-enabled telah memiliki JVM sendiri.

Library

Selain kompiler dan interpreter, bahasa Java sendiri memiliki library yang cukup besar yang dapat mempermudah Anda dalam membuat sebuah aplikasi dengan cepat. Library ini sudah mencakup untuk grafik, desain user interface, kriptografi, jaringan, suara, database, dan lain-lain.

OO

Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek. Pemrograman berorientasi objek secara gamblang adalah teknik untuk mengorganisir program dan dapat dilakukan dengan hampir semua bahasa pemrograman. Namun Java sendiri telah mengimplementasikan berbagai fasilitas agar seorang programer dapat mengoptimalkan teknik pemrograman berorientasi objek.
Sedikit perbandingan tambahan dengan bahasa C dan C++, Java banyak mewarisi konsep orientasi objek dari C++ namun dengan menghilangkan aspek-aspek kerumitan dalam bahasa C++ tanpa mengurangi kekuatannya. Hal ini mempermudah programer pemula untuk mempelajari Java namun mengurangi keleluasaan programer berpengalaman dalam mengutak-atik sebuah program. Di balik kemudahan yang ditawarkan Java, luasnya fasilitas library Java sendiri membuat seorang programer membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk dapat menguasai penggunaan library-library tersebut.

Memulai Pemrograman Java

Untuk membuat program Java, seperti telah disebutkan sebelumnya, Anda membutuhkan JDK. Proses instalasi JDK tersebut sangat mudah dan tidak membutuhkan pengetahuan tertentu. Namun untuk menggunakannya Anda perlu melakukan beberapa penyesuaian dengan sistem operasi Anda. Umumnya yang perlu Anda lakukan adalah memasukkan path ke direktori JDK Anda ke setting path pada sistem operasi Anda. Misalkan direktori JDK Anda adalah C:\jdk1.4 maka pada Windows 98 Anda cukup menambahkan baris perintah SET PATH=C:\jdk1.4\bin pada file autoexec.bat Anda. Untuk Windows NT/2000/XP Anda cukup menambahkan direktori C:\jdk1.4\bin pada variabel path di System Environment. Caranya: klik kanan ikon My Computer, pilih Properties. Kemudian pilih tab Advanced. Lalu klik tombol Environment Variables, cari variabel path, kemudian tambahkan path direktori JDK Anda ke dalam variabel tersebut. Untuk Linux, tambahkan baris perintah SET CLASSPATH=(direktori jdk Anda) ke file profile Anda. Untuk mencoba JDK, ketikkan perintah java dan javac pada shell prompt (atau DOS Command Prompt). Jika perintah tersebut sudah dikenali maka program java atau javac akan menampilkan sintaks penggunaan. Untuk kemudahan dan berbagai fasilitas tambahan Anda dapat menggunakan Integrated Development Environment (IDE) untuk bahasa Java seperti Visual Café dari Symantec atau JBuilder dari Borland.
Urutan langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk membuat sebuah program Java sederhana adalah:
  1. Membuat source code program dengan editor teks apapun. Ingat, file tersebut harus berekstensi .java dan case sensitive.
  2. Mengkompile source code dengan perintah javac. Misalnya: javac HelloWorld.java. Jika berhasil, hasilnya adalah file bytecode berakhiran .class.
  3. Mengeksekusi bytecode dengan perintah java. Parameter dari perintah ini adalah nama file hasil kompilasi tanpa ekstensi .class. Contoh: java HelloWorld.

Source Code

Berikut kode untuk HelloWorld.java:
public class HelloWorld
{
    public static void main(String[] args) 
    {
        System.out.println("Apa Kabar Dunia?");
    }
}
Dan ini sebuah contoh lain, yaitu applet sederhana untuk menampilkan teks di applet. Sebutlah file ini bernama HelloWorldApplet.java:
import java.awt.Graphics;

public class HelloWorldApplet extends java.applet.Applet
{
    public void paint(Graphics g) 
    {
        g.drawString("Apa Kabar Dunia?", 5, 25);
    }
}
Secara gamblang dapat diperhatikan bahwa struktur kedua program sangat mirip, dan hanya berbeda dalam konteks eksekusi. Kedua program ini akan dibahas lebih lanjut setelah kita membahas cara mengkompile dan mengeksekusi program tersebut.
Perlu diingat bahwa bahasa Java bersifat case sensitive, sehingga Anda harus memperhatikan penggunaan huruf besar dan kecil. Selain itu penulisan source code program tidak harus memperhatikan bentuk tertentu, sehingga Anda bisa saja menuliskan semua baris source code tersebut dalam satu baris asal Anda tidak lupa membubuhkan tanda titik koma (;), atau menuliskan tiap kata dalam satu baris tersendiri. Namun dianjurkan Anda mengikuti layout seperti pada contoh agar program Anda mudah dibaca dan dimengerti.

Kompilasi

Setelah kedua file disave dengan nama HelloWorld.java dan HelloWorldApplet.java, kita akan mengkompile kedua program tersebut dengan perintah:
prompt> javac HelloWorld.java
prompt> javac HelloWorldApplet.java
Perlu diperhatikan bahwa direktori aktif Anda saat ini adalah direktori tempat Anda meletakkan file-file program tersebut. Anda tetap dapat mengkompile program Anda dari direktori berbeda dengan perintah:
prompt> javac (direktori program)/namafile.java
Setelah perintah ini selesai, Anda akan melihat bahwa telah tercipta dua buah file .class, yaitu bytecode hasil kompilasi source code kita.

Sintaks Program

Sekarang kita akan mencoba membahas elemen-elemen dalam kedua source code tersebut.
Pada awal Listing 2 kita menemukan perintah import. Pada tahap awal ini Anda perlu mengetahui bahwa pernyataan tersebut hanya berfungsi mempermudah penulisan metode atau dalam bahasa pemrograman lain disebut prosedur atau fungsi. Jadi Anda hanya perlu menulis Graphics sebagai pengganti java.awt.Graphics, karena kita telah mengimpor java.awt.Graphics.
Kemudian di masing-masing listing terdapat pernyataan public class. Pernyataan ini adalah pernyataan pembuka sebuah kelas. Kelas sendiri digunakan untuk menciptakan objek. Ingat bahwa Java berorientasi objek. Kata public di depannya berfungsi agar kelas tersebut dapat diakses oleh semua program lain. Untuk saat ini anggaplah objek sebagai suatu item yang dapat dimanipulasi oleh sebuah program. Dalam Listing 2 terdapat tambahan kata extends. Hal ini berarti kelas yang kita buat akan mewarisi sifat-sifat dari kelas yang kita extends. Dengan kata lain kita menjadikan kelas yang kita extends sebagai himpunan bagian dari kelas kita buat.
Kemudian kita menemukan baris pernyataan public static void main(String[] args) dan public void paint(Graphics g). Keduanya adalah pernyataan pembuka sebuah metode. Metode sendiri adalah kumpulan pernyataan untuk melakukan suatu tugas tertentu dalam kelas. Keduanya sebenarnya mempunyai fungsi yang sama namun dalam konteks yang berbeda. Dalam setiap aplikasi harus ada sebuah metode yang bernama main yang akan dieksekusi pertama kali saat program tersebut dieksekusi. Sementara dalam applet, metode yang pertama kali akan dieksekusi ketika applet diload adalah paint. Kata public di depannya mempunyai fungsi yang sama dengan kata public yang ada di depan baris permulaan kelas. Namun nantinya Anda akan menemukan juga bentuk lain seperti private dan protect yang akan kita bahas nanti.
Pada Listing 1 terdapat kata static pada pernyataan pembuka metode main. Hal ini berarti metode main tidak mengubah atau menggunakan objek yang diciptakan oleh kelas tersebut, sehingga dapat dikatakan berdiri sendiri dan tidak terikat dengan objek. Dalam metode main dalam aplikasi, parameternya adalah selalu String[] args, di mana args hanyalah sebuah nama dari objek array dari String. Array ini nantinya akan berisi parameter-parameter yang diberikan user sebagai argumen command line. Sementara Anda tidak perlu mengerti mengenai parameter tersebut, cukup diingat bahwa bentuk metode main harus selalu demikian.
Kemudian di dalam kedua metode pada kedua listing tersebut, kita menemukan sebuah pernyataan. Anda tentu dapat saja meletakkan lebih dari satu pernyataan dalam sebuah metode. Setiap pernyataan dalam sebuah metode dipisahkan oleh titik koma dan akan dieksekusi satu persatu. Kedua pernyataan pada listing ternyata memanggil sebuah metode lain yaitu metode println dan paint. Tentunya dapat Anda perhatikan bahwa untuk memanggil sebuah metode diperlukan tiga komponen yaitu:
  1. Objek yang ingin kita pakai. Dalam hal ini objek System.out dan Graphics g.
  2. Nama metode yang ingin kita pakai. Dalam hal ini println dan paint.
  3. Sepasang tanda kurung yang berisi informasi tambahan yang diperlukan oleh metode yang dipanggil, yaitu parameter.
Dalam Listing 1, pernyataan System.out.println("Apa Kabar Dunia?"); berarti carilah objek out dalam kelas System kemudian panggil metode println dari objek out dengan parameter berupa string "Apa Kabar Dunia?". Sedang dalam Listing 2, pernyataan g.drawString("Apa Kabar Dunia?", 5, 25); berarti carilah objek g kemudian panggil metode drawString pada objek g dengan parameter "Apa Kabar Dunia?”, 5, 25);.

Eksekusi

Setelah selesai membahas sintaks dasar Java dalam kedua listing, selanjutnya kita akan mencoba mengeksekusi kedua program ini. Untuk program pertama yang berupa aplikasi biasa, kita tinggal mengetikkan perintah java HelloWorld pada prompt dan pesan Apa Kabar Dunia? akan tampil di layar (atau mungkin di tempat lain, bergantung sistem operasi Anda). Sedangkan untuk applet kita mesti membuat sebuah file HTML sebagai pembungkus—atau pemanggilnya. Berikut diberikan contoh file HTML untuk membungkus applet yang kita buat.
<HTML>
  <HEAD>
    <TITLE>Coba Applet</TITLE>
  </HEAD>
  <BODY>
    <APPLET CODE="HelloWorldApplet.class" WIDTH=150 HEIGHT=25>
    </APPLET>
  </BODY>
</HTML>
Beri nama helloword.html dan simpanlah di direktori yang sama dengan lokasi file-file .java dan .class sebelumnya. Untuk mengeksekusi applet kita cukup membuka file HTML tersebut di browser yang Java-enabled atau mengetikkan perintah appletviewer namafile.html di prompt.

Algoritma dan Pemrograman

Pemrograman Komputer

Dalam kehidupan sehari-hari, untuk berkomu­nikasi dengan orang lain, kita harus menggunakan bahasa yang sama dengan orang tersebut. Apabila kita menggunakan Bahasa Indonesia, lawan bicara kita juga harus mengerti Bahasa Indonesia. Kalau lawan bicara kita tidak mengerti Bahasa Indonesia, kita masih bisa berkomunikasi dengannya melalui seorang penerjemah.
Dalam pemrograman komputer, berlaku juga hal seperti di atas. Kita harus menggunakan bahasa yang dimengerti oleh komputer untuk memberikan suatu instruksi.
Pada dasarnya, komputer adalah mesin digital, artinya komputer hanya mengenal kondisi ada arus listrik (biasanya dilambangkan dengan 1) dan tidak ada arus listrik (biasanya dilambangkan dengan 0). Dengan kata lain, kita harus menggunakan sandi 0 dan 1 untuk melakukan pemrograman komputer. Bahasa pemro­graman yang menggunakan sandi 0 dan 1 ini disebut bahasa mesin. Mungkin Anda sudah bisa membayang­kan bagaimana sulitnya memprogram dengan bahasa mesin. Namun Anda tidak perlu kuatir karena dewasa ini jarang sekali orang yang memprogram dengan bahasa mesin.
Karena bahasa mesin sangat susah, maka muncul ide untuk melambangkan untaian sandi 0 dan 1 dengan singkatan kata yang lebih mudah dipahami manusia. Singkatan kata ini kemudian sering disebut mnemonic code. Bahasa pemrograman yang menggunakan singkat­an kata ini disebut bahasa assembly.
Sebagai contoh, dalam prosesor Intel, terdapat perintah 0011 1010 0000 1011. Perintah dalam bahasa mesin ini sama artinya dengan perintah assembly CMP AL, OD, yang artinya bandingkan nilai register AL dengan 0D. CMP di sini sebenarnya adalah singkatan dari CoMPare. DapatAnda lihat di sini bahwa perintah CMP AL, 0D jauh lebih mudah dipahami daripada 0011 1010 0000 1011. Tentu saja ini jika dilihat dari sudut pandang manusia, bagi komputer, kombinasi 0 dan 1 tentu lebih mudah dipahami. Perangkat lunak yang mengkonversikan perintah-perintah assembly ke dalam bahasa mesin sering disebut juga assembler.
Pemrograman dengan bahasa assembly dirasa­kan banyak orang masih terlalu sulit, termasuk saya sendiri. Sesusai dengan sifat manusia yang tidak pernah puas, akhirnya dikembangkan suatu bahasa pemro­graman yang lebih mudah digunakan. Bahasa pemro­graman ini menggunakan kata-kata yang mudah di­kenali oleh manusia. Bahasa pemrograman seperti ini disebut bahasa generasi ketiga atau disingkat 3GL (third­generation language). Beberapa orang menyebut bahasa ini dengan bahasa tingkat tinggi atau disingkat HLL (high-level language). Ada banyak contoh bahasa generasi ketiga, antara lain: Basic, Pascal, C, C++, CO­BOL, dsb.

Bahasa generasi ketiga biasanya menggunakan kata-kata dalam bahasa Inggris karena memang bahasa tersebut adalah bahasa internasional. Sebagai contoh, Anda dapat menuliskan perintah berikut dalam bahasa Pascal:
writeln (‘Algoritma’);
atau perintah berikut dalam bahasa C:
printf (“Algoritma\n\r”);
atau perintah berikut dalam bahasa C++:
cout « “Algoritma” « endl;
Ketiga pernyataan di atas bertujuan sama, yaitu menuliskan teks 'Algoritma' ke keluaran standar (stan­dard output), biasanya ke layar komputer.
Ketiga perintah sederhana di atas sebenarnya terdiri dari puluhan atau mungkin bahkan ratusan per­nyataan assembly. Perangkat lunak yang menerjemah kan program dalam bahasa manusiawi ke dalam bahasa assembly atau mesin ada dua macam, yaitu interpreter dan kompiler.
Interpreter menerjemahkan program baris per baris, artinya jika suatu baris akan dieksekusi, maka baris tersebut diterjemahkan terlebih dulu ke bahasa mesin. Apabila baris berikutnya akan dieksekusi, maka baris tersebut baru diterjemahkan ke dalam bahasa me­sin. Contoh bahasa pemrograman yang menggunakan interpreter adalah Basic.
Kompiler menerjemahkan semua perintah ke dalam bahasa mesin kemudian menjalankan hasil penerjemahan. Hasil penerjemahan ini bisa disimpan dalam file atau memori. Contoh bahasa pemrograman yang menggunakan kompiler adalah Pascal, C, dan C++. Khusus untuk Pascal, ada beberapa kompiler tetapi memang jumlahnya tidak banyak, misalnya Turbo Pascal (http://www.innrise.com), GNU Pascal (http://didaktik.physik.uni-essen.de/-gnu-pascal/ home.html), Free Pascal (http://www.freepascal.sk), dsb. Meskipun demikian, kompiler Pascal yang paling banyak digunakan adalah Turbo Pascal. Jadi buku ini juga menggunakan Turbo Pascal sebagai acuannya.
Perkembangan bahasa pemrograman tidak sampai pada bahasa generasi ketiga saja. Ada generasi lanjutan bahasa pemrograman, yaitu bahasa generasi keempat atau disingkat 4GL (fourth-generation language). Bahasa ini banyak digunakan untuk mengembangkan aplikasi basis data (database). Salah satu contohnya adalah SQL (Structured Query Language). Pada bahasa ini, perintah-perintah yang digunakan lebih manusiawi, misalnya "SELECT Nama, Alamat FROM Karyawan", untuk mengambil data Nama dan Alamat dari basis data Karyawan.
Dari penjelasan singkat ini, saya berharap Anda dapat memahami di manakah sebenamya posisi bahasa Pascal ditinjau dalam pemrograman komputer. Pada subbab berikutnya, saya akan membahas di manakah posisi algoritma dalam pemrograman komputer.

Langkah-langkah dalam Pemrograman Komputer

Dalam melakukan suatu kegiatan, tentu saja kita memerlukan langkah-langkah yang harus dilalui. Orang tidur saja, menurut para dokter, melewati beberapa tahapan atau fase. Dalam pemrograman kom­puter, kita juga memerlukan beberapa langkah.
Urutan langkah-langkah yang saya sajikan dalam buku ini tidak bersifat mutlak, artinya Anda tidak harus melakukannya dari langkah pertama, kedua, ketiga, dst. Ada beberapa langkah yang harus atau mungkin diulang sampai berkali-kali. Lebih jauh lagi, buku lain mungkin menyajikan langkah-langkah yang kelihatan­nya berbeda tetapi pada intinya sama. Berikut ini adalah beberapa langkah yang harus dilakukan dalam pemrograman komputer:

1.    Mendefinisikan masalah. Langkah pertama ini sering dilupakan oleh banyak pemrogram. Begitu mereka mendapat perintah untuk membuat suatu program, mereka langsung menulis programnya tanpa mendefinisikan masalahnya terlebih dulu. Saya mengutip kata-kata dari Henry Ledgard da­lam salah satu bukunya tentang Hukum Murphy untuk pemrograman:
Semakin cepat Anda menulis program akan semakin lama Anda menyelesaikannya.

Memang tidak ada bukti ilmiah tentang kata-kata ini, tetapi dari pengalaman pribadi saya ketika menjadi asisten riset di Universitas Gadjah Mada tahun 1995 dan 1996, kata-kata ini ternyata banyak benarnya.

Sebelum menginjak pada langkah kedua, saya ingatkan sekali lagi bahwa langkah pertama, mendefinisikan masalah, sangat vital tetapi sering dilupakan. Tentukan masalahnya seperti apa, kemudian apa saja yang harus dipecahkan dengan komputer, yang terakhir adalah apa masukannya dan bagaimana keluarannya.

2.    Menentukan solusi. Setelah masalah didefinisikan dengan jelas, masukan apa yang diberikan sudah jelas, keluaran apa yang diinginkan sudah jelas, langkah selanjutnya adalah mencari jalan bagai­mana masalah tersebut diselesaikan. Apabila per­masalahan terlalu kompleks, biasanya kita harus membaginya ke dalam beberapa modul kecil agar lebih mudah diselesaikan.
Sebagai contoh, program untuk menghitung invers matriks, dapat dibagi menjadi beberapa modul kecil. Modul pertama adalah meminta masukan dari pengguna berupa matriks bujur sangkar. Modul kedua adalah mencari invers matriks yang dimasukkan pengguna. Modul terakhir adalah me­nampilkan hasilnya kepada pengguna. Anda akan belajar membagi permasalahan ke dalam beberapa modul kecil pada Bab 5, Subrutin.

  3.   Memilih algoritma. Langkah ini merupakan salah satu langkah penting  dalam pemrograman kom­puter. Mengapa? Karena pemilihan algoritma yang salah akan menyebabkan program memiliki unjuk kerja yang kurang baik. Algoritma inilah yang akan saya bahas sepanjang buku ini, jadi saya tidak akan membahasnya panjang lebar di sini.

4.      Menulis program. Pada langkah ini, Anda mulai menuliskan program komputer untuk memecah­kan masalah yang diberikan. Sebagaimana saya jelaskan di awal bab ini, untuk menulis program Anda dapat menggunakan salah satu bahasa ge­nerasi ketiga. Saya tidak merekomendasikan ba­hasa mesin atau assembly karena terlalu sulit dan memboroskan waktu. Ingat ada pepatah lama mengatakan waktu adalah uang. Memang banyak orang yang senang menggunakan assembly de­ngan alasan kecepatan yang tinggi, tetapi waktu yang diperlukan untuk menulis programnya juga sangat lama. Dengan kata lain, harga yang dibayar untuk kecepatan yang tinggi tersebut cukup mahal. Saya juga tidak merekomendasikan bahasa generasi keempat karena penggunaannya lebih banyak dalam dunia basis data.


Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat memilih bahasa pemrograman, antara lain masalah yang dihadapi, bahasa pemrograman yang Anda kuasai, dsb. Dalam buku ini, Anda khusus akan menulis program menggunakan bahasa Pascal.

 5.   Menguji program. Setelah program selesai ditulis, Anda harus mengujinya. Pengujian pertama ada­lah: apakah program berhasil dikompilasi dengan baik? Pengujian berikutnya: apakah program dapat menampilkan keluaran yang diinginkan?

Lebih jauh lagi, Anda juga harus menguji program dengan banyak kasus lain. Sering terjadi, suatu program berjalan baik untuk kasus A, B, C; tetapi menghasilkan sesuatu yang tidak diinginkan untuk kasus X, Y, dan Z.

Langkah keempat dan kelima ini bisa dilakukan berulang-ulang sampai program diyakini benar­-benar berjalan sesuai yang diharapkan.

6.   Menulis dokumentasi. Hal ini biasanya dilakukan bersamaan dengan menulis program, artinya pada setiap baris program atau setiap beberapa baris program, Anda menambahkan komentar yang menjelaskan kegunaan dari suatu pernyataan.

Dokumentasi ini kelihatannya sepele dan banyak dilupakan orang, padahal fungsinya penting sekali. Di masa mendatang, apabila Anda perlu melaku­kan perubahan atau perbaikan terhadap suatu pro­gram, Anda akan merasakan pentingnya dokumen­tasi yang baik. Meskipun demikian, sebagian besar contoh program di buku ini tidak menyertakan do­kumentasi. Hal ini karena dokumentasi dari pro­gram tersebut tidak lain adalah buku ini sendiri.
Dokumentasi yang dijadikan satu dalam program, berupa komentar-komentar pendek, biasanya sudah cukup. Namun akan lebih baik jika Anda juga menuliskannya dalam dokumen tersendiri kemudian mencetaknya di atas kertas jika perlu. Saya memang tidak begitu menyarankan doku­mentasi di atas kertas, tetapi hal yang terpenting adalah menambahkan komentar-komentar singkat di dalam program Anda. Mungkin sekarang Anda berpikir tidak ada gunanya, tetapi percayalah nantinya Anda akan merasakan pentingnya hal ini.

7.        Merawat program. Langkah ini dilakukan setelah program selesai dibuat dan sudah digunakan oleh pengguna Anda. Hal yang paling sering terjadi di sini adalah munculnya bug yang sebelumnva tidak terdeteksi. Atau mungkin juga pengguna ingin tambahan suatu fasilitas baru. Apabila hal-hal seperti ini terjadi, Anda harus melakukan revisi terhadap program Anda.
Apa Itu Algoritma?

Dari materi subbab sebelumnya, Anda sudah mengetahui di manakah posisi algoritma dalam dunia pemrograman komputer atau lebih umumnya lagi dalam dunia komputer. Sekarang saya akan membahas algoritma itu sendiri. Ada beberapa definisi algoritma, tetapi di sini saya menggunakan acuan Microsoft Book­shelf:
Algoritma adalah urutan langkah berhingga untuk memecahkan masalah logika atau matematika.'

Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya Anda juga menggunakan algoritma untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh, Anda ingin menulis surat, maka Anda perlu melakukan beberapa langkah berikut:
1.    Mempersiapkan kertas dan amplop.
2.    Mempersiapkan alat tulis, seperti pena atau pensil.
3.    Mulai menulis.
4.    Memasukkan kertas ke dalam amplop.
5.    Pergi ke kantor pos untuk mengeposkan surat tersebut.

Langkah-langkah dari nomor 1 sampai dengan nomor 5 di atas itulah yang disebut dengan algoritma. Jadi sebenamya Anda sendiri juga sudah menggunakan algoritma baik sadar maupun tidak sadar.
Dalam banyak kasus, algoritma yang Anda laku­kan tidak selalu berurutan seperti di atas. Kadang-ka­dang Anda harus memilih dua atau beberapa pilihan. Sebagai contoh, jika Anda ingin makan, Anda harus menentukan akan makan di rumah makan atau me­masak sendiri. Jika Anda memilih untuk makan di rumah makan, Anda akan menjalankan algoritma yang berbeda dengan jika Anda memilih memasak sendiri. Dalam dunia algoritma, hal semacam ini sering disebut percabangan.
Dalam kasus lain lagi, Anda mungkin harus melakukan langkah-langkah tertentu beberapa kali. Sebagai contoh, saat Anda menulis surat, sebelum me masukkan kertas ke dalam amplop, mungkin Anda ha­rus mengecek apakah surat tersebut sudah benar atau belum. Jika belum benar, berarti Anda harus memper­siapkan kertas baru dan menulis lagi. Demikian seterus­nya sampai surat Anda sesuai dengan yang diharapkan. Dalam dunia pemrograman, hal semacam ini sering disebut pengulangan.
Contoh Algoritma

Berikut ini adalah contoh algoritma untuk me­mecahkan masalah matematika. Misalkan Anda ingin menghitung luas lingkaran dari masukan berupa jari-­jari lingkaran. Rumus luas lingkaran adalah:
L = π.R2
Berikut ini adalah contoh algoritma untuk meng­hitung luas lingkaran:

1.         Masukkan R.
2.         Pi ← 3,14.
3.         L← Pi*R*R.
4.         Tulis L

Perhatikan terdapat tanda        pada baris kedua dan ketiga. Tanda itu berarti nilai di sebelah kanan di­berikan pada operan di sebelah kiri. Sebagai contoh, untuk baris kedua, nilai 3.14 diberikan pada variabel Pi. Berikutnya, nilai Pi * R * R diberikan pada variabel L.
Baris pertama dari algoritma di atas meminta masukkan dari pengguna berupa jari-jari lingkaran yang disimpan pada variabel R. Pada baris kedua nilai π disimpan pada variabel dengan nama Pi. Baris ketiga menghitung luas lingkaran dengan rumus π R2 atau yang dituliskan Pi * R * R. Luas lingkaran ini disimpan pada variabel L. Baris terakhir menuliskan luas lingkaran tersebut.
Catatan Akhir

Sekedar catatan akhir, algoritma sebenarnya di­gunakan untuk membantu Anda dalam mengkonversi­kan suatu permasalahan ke dalam bahasa komputer. Oleh karena itu, banyak pemrogram yang sudah ber­pengalaman tidak pernah menuliskan algoritma di atas kertas lagi. Artinya dia menuliskan algoritma itu di dalam kepalanya dan dia langsung memprogram berdasarkan algoritma di kepalanya itu. Pada bab-bab akhir dari buku ini, Anda akan jarang menemukan pe­nulisan algoritma secara eksplisit seperti di atas karena saya menganggap Anda sudah bisa menuliskannya di dalam kepala.
Pada bab-bab berikutnya, saya tidak akan meng­gambar diagram alir lagi. Apabila Anda kesulitan mem­pelajari algoritma yang disajikan, Anda dapat meng­gambarnya sendiri di atas kertas.

 

Sabtu, 28 Maret 2015

Contoh Analytical Exposition - The Government Should Raise the Price of Fuel

Many deplore the president's decision which raised the price of fuel on the 18th November 2014. Those who reject the increase assume that government policy is very suffering to society, especially the poor. But is it true what they call for? In fact the increasing of fuel price is not really miserable to them. Because there are many reasons why the government should raise the price of fuel or fuel subsidy reductions and divert the subsidies to the more appropriate budget. Here are some reasons should be required to consider the government raising the price of fuel.

If you have a gold at home, then you definitely understand what the term of "international market price" to gold. If in Indonesia, you get the gold below the international market price, then in fact you are already subsidizing the domestic buyers. Even if the cost of gold production (mining, purifying, shape, etc.) that may be lower than other countries. Therefore you definitely do not want and will never happen lifetime sales price of gold in the country, under international price, right?

 Either the fuel, although such rates of oil production is lower than the international price, if the price of fuel sold is lower than the international price, then that would be the "subsidy" government to its citizens. Many countries are doing this as Venezuela, Saudi Arabia, Kuwait, etc. because their oil production exceeded domestic demand (net exporter), so it does not make them bankrupt. But Indonesia is now a net importer, where oil production is inadequate and should be bought from other countries, to keep domestic fuel needs.

am not an anti "subsidy" because sometimes it requires (for example) to secure the moribund business or protect the infant business, but it is only healthy if the subsidies paid by the wealth of our country, whether by abundant petroleum products or excess money in the state treasury. But if the subsidies paid by foreign debt, it such as to dig- closed the hole.

That currently happening to the state budget in 2015 is consciously made with negative balance because of the difference between the cost of subsidies and the power of the state to pay for it. If subsidies are not reduced, then it means that Indonesia will continue to owe to cover the fuel subsidies. Do you want to Indonesia continues being trapped in debt? In addition, most of the reduction in fuel subsidies will be allocated to the health sector, education and infrastructure that are more productive, not consumptive as fuel.

Considering some reasons above, the government should raise the price of fuel. Therefore, it is time for us to be wiser in dealing with the fuel price rise. Remember the quote "do not ask what is given by the country to us. But ask what we already provide for the progress of our country? ".

Selasa, 20 Januari 2015

Pidato Lengkap Bung Karno Pada 17 Agustus 1945



SAUDARA-SAUDARA SEKALIAN!

Saya telah minta saudara-saudara hadir disini untuk menyaksikan satu peristiwa maha-penting dalam sejarah kita.
Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjoang, untuk kemerdekaan tanah air kita bahkan telah beratus-ratus tahun!
Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.
Juga di dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-hentinya.
Di dalam jaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga sendiri, tetapi kita percaya kepada kekuatan sendiri.
Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil sikap nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya.
Maka kami, tadi malah telah mengadakan musyawarat dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara!
Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami:
P R O K L A M A S I

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.
Demikianlah saudara-saudara!
Kita sekarang telah merdeka!
Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita!
Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka, Negara Republik Indonesia – merdeka kekal dan abadi. Insyaallah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu!