Penalaran Dalam Bahasa
Manusia makhluk bernalar. Manusia bernalar untuk memahami fenomena. Manusia menggunakan bahasa untuk mengomunikasikan hasil pemahamannya. Jadi, setiap manusia mempunyai nalar, dengan bahasa manusia mampu bernalar, manusia bernalar untuk mengomunikasikan suatu fenomena. Itulah bukti hasil pemahaman suatu fenomena dikomunikasikan melalui bahasa.
Penalaran manusia dibedakan menjadi 4 varian, yakni;
1) Penalaran metakognitif
Penalaran metakognitif adalah aktivitas mekanisme psikofisik manusia untuk membangkitkan pengetahuan dan pengalaman menghubungkan dan membandingkan sesuatu dalam fenomena.
2) Penalaran Deskriptif
Penalaran deskriptif adalah aktivitas mekanisme psikofisik manusia untuk memilah, memilih, menyatukan dan menyusun dalam suatu fenomena.
3) Penalaran evaluatif
Penalaran evaluatif adalah aktivitas mekanisme psikofisik manusia untuk menguji, memastikan, dan memantapkan sesuatu dalam fenomena berdasarkan standar tertentu.
4) Penalaran kreatif
Penalaran kreatif adalah aktivitas mekanisme psikofisik manusia untuk menggerakkan ide atau gagasan, menyimpulkan, menghasilkan pemahaman baru tentang sesuatu dalam fenomena.
Untuk itu, fenomena dapat di komunikasikan dengan bahasa melalui penalaran.
Sejalan dengan itu, bahasa dapat menjadi nalar dalam mengomunikasikan suatu fenomena secara penalaran metaognitif, deskriptif, evaluatif dan kreatif.
Dengan demikian, sebagai makhluk bernalar, manusia mampu mengomunikasikan fenomena dengan bahasa melalui penalaran metakognitif, deskriptig, evaluatif dan kreatif.
Penulis membuktikan distribusi kuantitatif penalaran berdasarkan pengalamannya sebagai berikut ;
1) Penalaran Metakognitif 10%
2) Penalaran Deskriptif 40%
3) Penalaran Evaluatif 25%
4) Penalaran Kreatif 25%
Bertolak dari uraian tersebut, pratama(22-09-2016) menyatakan bahwa penalaran dalam bahasa adalah mengomunikasikan suatu suatu fenomena dengan menggunakan 4 varian penalaran yakni, penalaran metakognitif, deskriptif, evaluatif, dan kreatif.
Jadi, secara subtantif/pokok, penalaran dalam bahasa adalah MENGOMUNIKASIKAN
Manusia makhluk bernalar. Manusia bernalar untuk memahami fenomena. Manusia menggunakan bahasa untuk mengomunikasikan hasil pemahamannya. Jadi, setiap manusia mempunyai nalar, dengan bahasa manusia mampu bernalar, manusia bernalar untuk mengomunikasikan suatu fenomena. Itulah bukti hasil pemahaman suatu fenomena dikomunikasikan melalui bahasa.
Penalaran manusia dibedakan menjadi 4 varian, yakni;
1) Penalaran metakognitif
Penalaran metakognitif adalah aktivitas mekanisme psikofisik manusia untuk membangkitkan pengetahuan dan pengalaman menghubungkan dan membandingkan sesuatu dalam fenomena.
2) Penalaran Deskriptif
Penalaran deskriptif adalah aktivitas mekanisme psikofisik manusia untuk memilah, memilih, menyatukan dan menyusun dalam suatu fenomena.
3) Penalaran evaluatif
Penalaran evaluatif adalah aktivitas mekanisme psikofisik manusia untuk menguji, memastikan, dan memantapkan sesuatu dalam fenomena berdasarkan standar tertentu.
4) Penalaran kreatif
Penalaran kreatif adalah aktivitas mekanisme psikofisik manusia untuk menggerakkan ide atau gagasan, menyimpulkan, menghasilkan pemahaman baru tentang sesuatu dalam fenomena.
Untuk itu, fenomena dapat di komunikasikan dengan bahasa melalui penalaran.
Sejalan dengan itu, bahasa dapat menjadi nalar dalam mengomunikasikan suatu fenomena secara penalaran metaognitif, deskriptif, evaluatif dan kreatif.
Dengan demikian, sebagai makhluk bernalar, manusia mampu mengomunikasikan fenomena dengan bahasa melalui penalaran metakognitif, deskriptig, evaluatif dan kreatif.
Penulis membuktikan distribusi kuantitatif penalaran berdasarkan pengalamannya sebagai berikut ;
1) Penalaran Metakognitif 10%
2) Penalaran Deskriptif 40%
3) Penalaran Evaluatif 25%
4) Penalaran Kreatif 25%
Bertolak dari uraian tersebut, pratama(22-09-2016) menyatakan bahwa penalaran dalam bahasa adalah mengomunikasikan suatu suatu fenomena dengan menggunakan 4 varian penalaran yakni, penalaran metakognitif, deskriptif, evaluatif, dan kreatif.
Jadi, secara subtantif/pokok, penalaran dalam bahasa adalah MENGOMUNIKASIKAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar